10 Striker Sepakbola Top Yang Pernah Lahir Di Liga Italia

Liga Italia Memiliki Pertahanan Paling Kokoh
Liga Italia atau yang dikenal dengan Serie A merupakan liga yang paling kokoh dalam bermain bola bertahan. Banyak bek tangguh yang menghiasi liga Serie A sebut saja, Paolo Maldini, Franco Baresi dan lainnya akan membikin para striker lawan memerlukan kerja ekstra untuk bisa menjebol gawangnya. Tak pelak ketika ada beberapa striker yang berhasil melakukan itu secara tidak langsung akan di cap dunia sepakbola sebagai striker sepakbola jempolan.

Gabriel Batistuta, Hernan Crespo, David Trezeguet, Andriy Shevchenko
Gabriel Batistuta, Hernan Crespo, David Trezeguet, Andriy Shevchenko
Liga Italia yang di dekade tahun 90-an merupakan liga paling akbar di dunia, telah melahirkan sejumlah penyerang handal yang berasal dari berbagai negara selain dari Italia sendiri. Mereka adalah striker yang di kenang masyarakat sepakbola karena berhasil mencetak banyak gol di tengah rapatnya pola bertahan catenaccio klub-klub di liga Italia. Pada artikel ini akan di paparkan striker terbaik yang pernah di lahirkan liga Italia dalam 20 tahun terakhir.

Daftar legenda striker terbaik liga Italia dalam 20 tahun terakhir
10. Antonio Di Natale
Pemain kelahiran Naples, Italia pada tahun 1977 ini bisa di sebut tua-tua keladi. Di tengah usia yang semakin senja, Antonio Di Natale masih sanggup membuat banyak gol di tengah kokohnya tembok pertahanan klub di Italia. Pada musim 2009 sampai 2013 merupakan puncak tertinggi torehan golnya yaitu diatas 23 gol, bahkan di dua musim 2010 dan 2011 dia berhasil menjadi topskor dengan masing-masing mengemas 36 gol. Karir sepakbolanya sebagian besar dihabiskan di klub Udinese, dan sampai sekarang dia telah mengemas total 188 gol dari 350 pertandingan di sepanjang karirnya.

Antonio Di Natale, Udinese
Antonio Di Natale, Udinese

9. David Trezeguet
Striker asal Prancis ini bermain selama 10 musim di Juventus pada periode 2000-2010. Di klub Nyonya Tua tersebut ia mengemas 149 gol dari 245 pertandingan. Dia juga berhasil menjadi top skor di musim 2001-02 dengan 24 gol. Juara liga Serie A musim 2001-02 dan 2002-03 berhasil di raihnya bersama klub Juventus. Dia merupakan salah satu legenda untuk klub Old Lady yang bermarkas di kota Turin.
David Trezeguet – Juventus
David Trezeguet – Juventus

8. Hernan Crespo
Striker Argentina di liga Italia mencuat ketika membela FC Parma, yang merupakan klub medioker yang dibawanya menjadi klub yang di segani di Italia kala itu. Pemain ranking 3 terbanyak yang berhasil mencetak gol untuk timnas Argentina ini di klub FC Parma berhasil mengemas 62 gol dari 116 pertandingan selama membela klub italia tersebut., di periode pertamanya di Parma, dan di periode kedua di Parma ia berhasil mencetak 10 gol dari 46 pertandingan. Gelar topskor di musim 2000-01 berhasil di rebutnya dengan torehan gol sebanyak 26 buah.
Hernan Crespo – Parma FC
Hernan Crespo – Parma FC

7. Christian Vieri
Penyerang dengan postur tinggi besar ini pernah menjadi andalan ketika membela Inter Milan. Striker denga panggilan ‘Bobo’ di liga Serie A berhasil mencetak 167 gol dari 344 pertandingan. Karirnya di Italia sudah memperkuat banyak klub, bahkan dia pernah bermain di liga Spanyol kala membela Atletico Madrid dan liga Prancis kala membela AS Monaco.
Chistian Vieri – Inter Milan
Chistian Vieri – Inter Milan

6. Filippo Inzaghi
Pemain ini termasuk tipe striker yang oportunis, dia bisa menempatkan diri di posisi yang tepat di waktu dan tempat yang benar. Karirnya menjulang ketika memperkuat Juventus dan AC Milan. Di sepanjang karir di liga Italia striker yang gemar bermain di wilayah abu-abu karena sering bermain di wilayah offside ini berhasil mencetak 197 gol dari 466 pertandingan. Dan gelar topskor musim 1996-97 pun berhasil di genggamnya.
Filippo Inzaghi
Filippo Inzaghi

5. Gabriel Batistuta
Batigol adalah julukan yang sudah menggambarkan bahwa dia seorang striker yang mumpuni membuat gol. Penyerang Argentina ini menjadi dewa bagi penggemar klub Fiorentina karena rajin mencetak gol. Gelar topskor pun di raihnya di tahun 1995. Dari total karirnya di Serie A dia berhasil mengemas 184 gol dari 318 pertandingan.
Gabriel Batistuta
Gabriel Batistuta

4. Zlatan Ibrahimovic
Zlatan Ibrahimovic adalah raja untuk semua liga sepakbola yang di ikutinya, begitu juga ketika dia datang ke Italia dari liga Belanda, selama membela Juventus, Inter Milan maupun AC Milan, yang sepanjang tahun menempati peringkat pertama di klasemen akhir. Gol yang berhasil di buat sebanyak 109 dari 205 pertandingan. Gelar topskor di raihnya di dua musin yaitu tahun 2009 dan 2012.
Zlatan Ibrahimovic
Zlatan Ibrahimovic

3. Francesco Totti
Sang pangeran Roma adalah julukan dia di dunia sepakbola. Pemain yang berposisi sebagai Attacking midfielder atau bisa menjadi second Striker hanya mengabdi pada satu klub di sepanjang karirnya yaitu AS Roma. Kapten terbesar klub ibukota Italia tersebut berhasil merebut gelar topskor di musim 2006-07 dengan mengemas 26 gol. Dan sepanjang karirnya dia berhasil mencetak 239 dalam 576 pertandingan sampai akhir 2014.
Francesco Totti – AS Roma
Francesco Totti – AS Roma

2. Andriy Shevchenko
Sheva merupakan penerus kejayaan Marco Van Basten di AC Milan. Striker klub AC Milan ini merupakan salah-satu striker terhebat di Serie A. Striker yang menjadi topskor Serie A di musim 1999-00 dan 2003-04 ini membela AC Milan selama tujuh musim. Dan di masa keemasan di klub tersebut dia bisa mencetak 127 gol dari 208 pertandingannya. Dan menjadikan AC Milan berhasil menjadi juara di kompetisi Italia dan Kompetisi Eropa.
Andriy Shevchenko
Andriy Shevchenko

1. Alessandro Del Piero
Pengabdian Del Piero di Liga Italia hanya untuk klub Juventus. Selama 19 tahun membela klub Juventus sudah banyak gelar yang berhasil di raih. Topskor liga Italia di musim 2007-08 ini sepanjang karir di Juve telah mengemas 208 gol dari 513 pertandingan dan berhasil menjadi juara selama delapan kali di kompetisi Serie A. Dia adalah dianggap pemain terbesar yang pernah di miliki oleh klub Old Lady tersebut.
Alessandro Del Piero
Alessandro Del Piero

Mau tau prediksi bola? Yuk kunjungi centurionfootball.com

10 PEMAIN ITALIA PALING KONTROVERSIAL

1. Antonio Cassano

Lahir sehari setelah Italia memenangkan Piala Dunia 1982, pemain berjuluk ‘El Pibe de Bari’ itu dipuji sebagai pemain paling berbakat pada generasinya. Namanya meledak saat masih berusia 17 tahun dengan gol indah yang ia cetak untuk Bari ketika menghadapi Inter. Namun, ia tidak pernah benar-benar mencapai potensi terbaik yang diberikan Tuhan karena kepribadiannya yang meledak-ledak.

Cassano menceritakan bagaimana ia bisa tidur dengan sekitar 600 hingga 700 wanita saat berusia 25 tahun. Dan ketika bermain di Real Madrid, ia membayar pelayan muda untuk membawakannya kue setelah melakukan penyelundupan seorang gadis ke kamar hotel sebelum pertandingan. Cassano dihukum larangan lima pertandingan pada 2008 setelah ia melempar bajunya pada wasit. Selain itu, ada berita yang mengatakan ia memukul putra Marcello Lippi, Davide, di sebuah klub malam, yang membuatnya tersingkir dari skuad Piala Dunia 2010. Baru-baru ini ia dijual ke Milan setelah menghina Presiden Sampdoria, Riccardo Garrone.

2. Claudio Gentile

Salah satu bek paling kejam dan terkasar yang pernah ada di lapangan hijau. Para striker harus merelakan kakinya ketika menghadapi Gentile. Bek ini terkenal sebagai pemain yang dengan keras menjaga Diego Maradona hingga harus keluar dari pertandingan saat Piala Dunia 1982. Selain itu ia juga merobek baju yang dikenakan pemain Brasil, Zico, di kompetisi yang sama. Bahkan pahlawan Argentina di Piala Dunia 1978, Mario Kempes, berkomentar mengenai Gentile, “Jika Anda pergi ke toilet, Gentile akan mengikutimu ke sana.”

Gentile memenangkan enam Scudetto bersama Juventus dan menjadi pahlawan bagi para pendukung Bianconeri. Bahkan dalam sebuah cerita ketika striker Inggris, Kevin Keegan mejadi pemain terbaik Eropa, Gentile membuat Keegan tersandung ketika berjalan menuju podium. Gentile kemudian diketahui berbisik di telinga Keegan, “Anda tidak akan memenangkan penghargaan itu jika saya menjagamu.”

3. Paolo Di Canio

Salah satu pemain terbaik Italia yang tidak pernah bermain untuk tim nasional Italia, bersama dengan pemain seperti Evaristo Beccalossi dan Agostino Di Bartolomei. Tidak diragukan lagi bahwa temperamen panas Di Canio membuatnya kehilangan kesempatan untuk mengenakan jersey Azzurri.

Di Canio dijual oleh Juventus setelah bertengkar dengan pelatih Giovanni Trapattoni. Sementara saat-saat bermain bersama Sheffield Wednesday dirusak oleh salah satu momen paling terkenal dalam sejarah sepak bola Inggris, yaitu ketika ia mendorong wasit Paul Alcock hingga terjatuh ke tanah setelah ia dikartu merah saat menghadapi Arsenal.

4. Mario Balotelli

Meskipun baru berusia 20 tahun, striker kelahiran Sisilia keturunan Ghana itu berselisih dengan hampir semua rekan setimnya, lawan, pelatih, suporter, dan petugas pertandingan ketika masih bermain bersama Inter. Banyak komentar kontroversial Balotelli, termasuk saat ia menyebut dirinya seorang ‘warga kelas dua’, menyebut Cristiano Ronaldo sebagai ‘seseorang yang tidak bisa dimengerti’, membuka pengakuan secara terbuka bahwa ia mendukung Milan ketika bermain di Inter, mengaku tidak ingin bergabung dengan Manchester City pada hari ia tiba di Eastland, dan mengklaim ia tidak pernah mendengar tentang pemain muda Arsenal yang sensasional, Jack Wilshere.

‘Super Mario’ berkali-kali didepak dari skuad Inter oleh pelatihnya saat itu, Jose Mourinho. Dan penyerang itu bahkan mengatakan akan meninggalkan San Siro setelah kelakuannya melempar kostum Inter ke tanah usai pertandingan leg pertama semifinal Liga Champion musim lalu, di mana saat itu Inter menang 3-1 atas Barcelona. Sejak bergabung dengan Manchester City, Balotelli sudah dua kali dikeluarkan dari lapangan, yang terbaru adalah karena tendangan karate yang mengarah ke dada lawan yang kemudian membuatnya disingkirkan dari tim nasional Italia.

5. Marco Materazzi

Salah satu pemain yang paling tidak disukai dan tidak bisa dimengerti di planet ini. Materazzi dianggap sebagai pemain tidak berbakat yang kasar selama kariernya sebelum 2006. Drama yang dilakukannya, ekspresi wajah yang menyebalkan, dan belum lagi tackle keras dan menyikut pemain saat duel udara, membuatnya menjadi musuh bagi setiap pemain.

6. Omar Sivori

Sivori akan dikenang sebagai salah satu pemain terhebat yang pernah dimiliki Juventus dan Seri A. Namun, ia juga salah satu pemain dengan kepala yang panas. Pemain terbaik Eropa 1961 itu 10 kali dikeluarkan dari pertandingan dalam kurun waktu 7 tahun saat bermain bersama Juve. Ia juga sering terlibat keributan dengan lawan dan wasit. Pergerakan favoritnya adalah menanduk kepala, yang ia gunakan untuk menghina para pemain bertahan.

Maradona tahun 60’an itu meninggalkan Bianconeri pada 1965 setelah disingkirkan oleh pelatih Heriberto Herrera. Dan pada pertandingan terakhir dalam kariernya bersama Napoli, di mana ia juga sering dihukum tidak boleh bermain, ia dihukum enam pertandingan karena kekerasan yang dilakukannya dengan menendang Erminio Favalli saat mengahadapi bekas timnya, Juventus.

7. Pasquale Bruno

Pemain paling terkenal setelah Claudio Gentile pensiun. Bruno disapa “The Animal” karena gaya bertahannya yang tanpa kompromi. Mantan pemain Juventus, Torino, dan Lecce itu pernah sekali dihukum tidak boleh bermain selama delapan pertandingan setelah secara fisik menyerang wasit dan semua rekan-rekannya yang mecoba campur tangan. Bruno mampu melakukan banyak tackle berbahaya dan menerima banyak kartu selama kariernya. Ia menjadi terkenal saat bermain di tim Skotlandia, Hearts, khususnya setelah mencekik pemain cadangan Hibernian usai menendang pemain lawan pada ginjalnya.

Bruno terus melakukan pendekatan yang tidak banyak omong setelah pensiun dengan beberapa komentar yang kemudian diperdebatkan oleh pers. Ia baru saja menyerang para pemain sepak bola yang hanya peduli pada anting, tato, klub malam, dan belanja. Ia juga mengatakan bahwa jika ia masih bermain saat ini, ia akan memberi pelajaran pada Zlatan Ibrahimovic.

8. Francesco Flachi

Salah satu dari banyak penyerang berbakat di daftar ini yang tidak bisa mengendalikan kejahatannya di luar lapangan. Tahun 2006, Flachi dilarang bermain selama dua bulan karena perjudian ilegal yang dilakukannya. Setelah itu ia menerima hukuman selama dua tahun menyusul penggunaan kokain.

Setelah kembali pada 2009, tidak butuh waktu lama bagi Flachi untuk kembali tertangkap pada bulan Desember di tahun yang sama. Ia dinyatakan positif menggunakan kokain lagi. Kali ini ia dihukum 12 tahun yang membuat kariernya tamat, kecuali ia merencanakan untuk melanjutkan karier sepak bola pada usia 47 tahun.

9. Christian Vieri

Seorang pemain yang berkarakter sensitif, baik di dalam maupun luar lapangan. Pada masa jayanya saat pergantian milenium baru, Vieri menjadi striker terbaik di dunia, sebelum akhirnya jatuh setelah Euro 2004. Pemain yang baru saja pensiun ini mengalami hubungan yang tidak menyenangkan dengan wartawan selama kariernya. Jarang memberikan wawancara dan pernah sekali mengatakan pada media bahwa ia “lebih dari seorang manusia dibandingkan dengan kalian semua saat bersama”.

Vieri juga meminta keluar dari Inter, menolak merayakan gol, sebelum akhirnya proses hukum terhadap mantan klubnya dilakukan setelah mereka secara ilegal memata-matai dirinya sebagai bagian dari penyelidikan Calciopoli. Kehidupan cinta Vieri juga kacau, ****pun ia berhasil menggaet hampir semua wanita dari dunia showbiz di Italia, termasuk Elisabetta Canalis dan Mellisa Satta.

10. Giorgio Chinaglia

Chinaglia adalah pemain besar dalam sejarah kota Roma, di mana ia membuat berita mengenai Paus dipindahkan ke halaman tiga dalam surat kabar lokal. Striker itu mencetak 98 gol bagi Lazio antara tahun 1969 dan 1976, dan menjadi penentu saat meraih Scudetto 1974 dengan 24 gol dan memenangkan mahkota Capoacannoniere.

Chinaglia, pemain yang buas di lini depan, juga merupakan karakter kontroversial yang akhirnya mempengaruhi kariernya bersama tim nasional Italia. Saat pertandingan Piala Dunia dengan Haiti, Chinaglia diganti dan dikutuk oleh pelatih Ferruccio Valcareggi. Ia kemudian ke ruang ganti dan menghancurkan delapan botol air mineral. Aksinya itu menjadi penyebab berakhirnya karier internasionalnya bersama Gli Azzurri dengan hanya tampil 14 kali dan menciptakan empat gol. Ia kemudian hijrah ke Amerika Serikat dan bermain untuk New York Cosmos, di mana masalah terus berlanjut, termasuk disingkirkan oleh rekan setimnya, Pele. Kunjungi http://allpurz.com/ untuk melihat berita bola terbaru.

Berikut Ini daftar Pemain terbaik Liga Seria A 2013

Liga Italia musim 2013-2014 kembali menghadirkan Juventus sebagai peraih scudetto. Juventus sukses meraih gelar juara tiga musim terus-menerus. PadaMusim lalu, Juventus mencatatkan rekor poin tertinggi di Liga Italia dan juga keseluruhan liga liga elit Eropa dengan total 102 poin. Meski begitu, keberhasilan Juve bukanlah tanpa perlawanan. AS Roma secara gemilang menunjukkan peningkatan performa luar biasa dengan mengumpulkan poin tertinggi sepanjang keikutsertaan mereka di Serie A, yaitu 85 poin. Selain itu juga ada persaingan seru di posisi tiga antara Napoli dan Fiorentina yang juga bertemu di final Coppa Italia.

Perebutan tiket Europa League bahkan lebih ekstrem, dengan diperebutkan oleh 7 tim dengan selisih poin yang tipis, yaitu Inter Milan, Parma, AC Milan, Lazio, Torino, Hellas Verona dan Atalanta. Sengitnya persaingan di Serie A membuat jadwal Liga Italia akan selalu dinanti tiap pekannya karena banyak menyajikan laga seru dan penting. Sepanjang musim, ada beberapa pemain yang menunjukkan performa gemilang, baik pemain pendatang baru seperti Carlos Tevez, Gonzalo Higuain atau Fernando Llorente hingga pemain pemain yang sudah berpengalaman seperti Andrea Pirlo, Luca Toni, Fransesco Totti atau Morgan De Santcis.

Predikat top skor pun berlangsung hingga akhir dan diperebutkan oleh Ciro Immobile, Tevez, Luca Toni dan Higuain. Selain itu juga banyak pemain di kompetisi Serie A yang bersinar dari tiap tiap posisi mulai dari kiper, bek, gelandang hingga striker yang berkontribusi banyak bagi tim dan klubnya.

Daftar 11 Pemain Terbaik Liga Italia 2013-2014
Daftar 11 Pemain Terbaik Liga Italia 2013-2014
Kiper
1. Morgan De Santcis (AS Roma)
Bukanlah Gianluigi Buffon yang layak disebut sebagai kiper terbaik Serie A kali ini, melainkan kiper senior AS Roma, Morgan De Santcis. Eks kiper Napoli ini memang menunjukkan performa gemilang sepanjang musim. Ia menjadi kiper paling sedikit kebobolan dan paling banyak membuat clean sheet. Maka tak salah jika De Santcis menjadi kiper terbaik di musim 2013 2014.
Cadangan : Gianluigi Buffon (Juventus), Mattia Perin (Genoa)
Defender
2. Gabriele Paletta (Parma)
Defender andalan Parma, Gabriele Paletta mulai menjadi incaran tim tim besar Eropa setelah performa memukaunya. Paletta bermain apik sepanjang musim. Duetnya bersama Alessandro Lucarelli membuat lini pertahanan Parma begitu solid. Ia juga menjadi pemain dengan jumlah tackle bersih terbanyak di kalangan bek bek Serie A.
3. Mehdi Benatia (AS Roma)
Jika bersasarkan penampilannya di musim 2014, Mehdi Benatia layak disebut sebagai salah satu defender paling konsisten di Eropa. Benatia yang dibeli dari Udinese di awal musim tampil gemilang. Ia menciptakan pertahanan solid. Duetnya dengan Leandro Castan plus kiper Morgan De Santcis membuat AS Roma menjadi tim dengan jumlah kebobolan sedikit di 5 liga top Eropa. Ia juga sukses menyumbangkan 5 gol.
4. Giorgio Chiellini (Juventus)
Berbicara tentang lini pertahanan tak lengkap tanpa menyebut barisan belakang tim Juventus. Giorgio Chiellini layak dikedepankan dibanding dua rekan setimnya, Leonardo Bonucci dan Andrea Barzagli. Chiellini masih menunjukkan teknik bertahan prima sepanjang musim. Namanya pun masuk dalam salah satu bek kelas dunia di Eropa saat ini.
Cadangan : Raul Albiol (Napoli), Leonardo Bonucci (Juventus), Leandro Castan (AS Roma), Gonzalo Rodriguez (Fiorentina), Alessandro Lucarelli (Parma), Jonathan (Inter Milan), Manuel Pasqual (Fiorentina)
Midfielder
5. Andrea Pirlo (Juventus)
Soal kemampuan, Andrea Pirlo memang sudah tidak diragukan lagi. Dunia sudah mengakui kehebatan Pirlo meski ia sudah memasuki usia senja. Posisi deep playmaker ia perankan dengan baik dan menjadi instrumen penting Juventus meraih hattrick scudetto. Kemampuan free kick nya juga sangat mematikan. Torehan 7 gol dari tendangan bebas merupakan yang terbanyak dari semua pemain di liga liga elit Eropa.
6. Miralem Pjanic (AS Roma)
Selain barisan pertahanan yang solid, lini tengah menjadi kunci penting AS Roma. Beberapa midfielder menunjukkan performa gemilang, namun tidak dalam satu musim penuh. Kevin Strootman tampil luar biasa sebelum dilanda cedera, Daniele De Rossi tampil bagus meski kadang agak menurun dan Radja Nainggolan mampu mengisi posisi kosong di lini tengah selama setengah musim terakhir. Hanya Miralem Pjanic sajalah midfielder AS Roma yang konsisten dari awal musim hingga akhir musim. Ia menjadi salah satu midfielder terbaik di Eropa saat ini dan menjadi komoditi panas di bursa transfer nanti.
7. Juan Cuadrado (Fiorentina)
Salah satu winger paling konsisten meski namanya sering terlupakan. Juan Cuadrado menjadi pendobrak dari sayap FIorentina. Pemain internasional Kolombia ini menjadi pemain dengan dribble terbanyak di Serie A dan kerap mencetak gol gol lewat akselerasinya. Namanya pun mulai dikaitkan dengan tim tim besar Eropa lainnya yang mengincarnya di bursa transfer musim panas.
8. Paul Pogba (Juventus)
Sulit menentukan mana yang lebih konsisten antara Arturo Vidal atau Paul Pogba. Secara torehan gol Vidal lebih unggul. Namun jika membicarakan kontribusi secara keseluruhan, Pogba lebih konsisten. Wonderkid asal Prancis menjelma menjadi pemain kunci bagi Juventus. Ia kerap mencetak gol gol yang krusial. Pogba juga dikenal berkat teknik mempertahankan bola yang baik.
Cadangan : Kevin Strootman (AS Roma), Borja Valero (Fiorentina), Kaka (AC Milan), Radja Nainggolan (Cagliari/ASRoma), Arturo Vidal (Juventus),  Marco Parolo (Parma), Antonio Candreva (Lazio)
Forward
9. Ciro Immobile (Torino)
Inilah rising star Serie A kali ini. Ciro Immobile merupakan penyerang pinjaman dari Juventus yang bersinar bersama klub Torino. Ia menjadi tumpuan utama Torino mencetak gol. Immobile bahkan menjadi top skor Serie A musim 2013-2014. Panggilan memperkuat timnas Italia pun ia peroleh berkat penampilan bagusnya.
10. Carlos Tevez (Juventus)
Inilah pemain pendatang baru terbaik. Baru bermain musim ini setelah dibeli dari Manchester City, Carlos Tevez langsung nyetel dengan gaya bermain Juventus. Ia menjadi goalgetter utama tim hitam putih. Sebanyak 19 gol ia cetak di musim pertamanya bersama I Bianconeri. Duetnya dengan Fernando Llorente menjadi salah satu yang tertajam di Eropa, menghasilkan total 34 gol liga.
11. Gonzalo Higuain (Napoli)
Dibeli dari Real Madrid, Gonzalo Higuain memecahkan rekor transfer Napoli sepanjang sejarah. Hal itu dibuktikan Higuain dengan performa bagus sepanjang musim. Ia menjadi top skor klub dan bersaing di 5 besar top skor Serie A. Higuain mampu menampilkan performa konsisten, meski kerap diduetkan dengan penyerang yang berbeda-beda, seperti Insigne, Pandev, Callejon atau Dries Mertens.
Cadangan : Luca Toni (Hellas Verona), Fernando Llorente (Juventus), Fransesco Totti (AS Roma), Gervinho (AS Roma), Rodrigo Palacio (Inter Milan), Giuseppe Rossi (Fiorentina), Domenico Berardi (Sassuolo), Alessio Cerci (Torino)
Itulah info update tentang daftar 11 pemain terbaik Liga Italia musim 2013-2014 atau biasa disebut Serie A Team of the Season. Penampilan pemain pemain tersebut sangat konsisten sepanjang musim. Mereka mampu menunjukkan performa luar biasa sepanjang musim dengan torehan gol dan assist serta kontribusi lainnya, sehinga menjadi pemain kunci yang tak tergantikan bagi tim mereka masing-masing.